<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Somnia Memorias &#187; Thoughts</title>
	<atom:link href="http://somniamemorias.com/category/thoughts/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://somniamemorias.com</link>
	<description>knick-knacks and about pouring everything for the finale</description>
	<lastBuildDate>Tue, 20 Jul 2010 16:25:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Protected: Utnuk Mrekea Ynag Tdaik Mgneteri</title>
		<link>http://somniamemorias.com/2010/05/08/utnuk-mrekea-ynag-tdaik-mgneteri/</link>
		<comments>http://somniamemorias.com/2010/05/08/utnuk-mrekea-ynag-tdaik-mgneteri/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 May 2010 16:00:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Melissa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Thoughts]]></category>
		<category><![CDATA[Writings]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://somniamemorias.com/?p=150</guid>
		<description><![CDATA[There is no excerpt because this is a protected post.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<form action="http://somniamemorias.com/wp-pass.php" method="post">
<p>This post is password protected. To view it please enter your password below:</p>
<p><label for="pwbox-150">Password:<br />
<input name="post_password" id="pwbox-150" type="password" size="20" /></label><br />
<input type="submit" name="Submit" value="Submit" /></p></form>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://somniamemorias.com/2010/05/08/utnuk-mrekea-ynag-tdaik-mgneteri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Books vs Movies &#8211; An Endless Debate</title>
		<link>http://somniamemorias.com/2010/02/09/books-vs-movies-an-endless-debate/</link>
		<comments>http://somniamemorias.com/2010/02/09/books-vs-movies-an-endless-debate/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Feb 2010 16:03:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Melissa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Thoughts]]></category>
		<category><![CDATA[Books]]></category>
		<category><![CDATA[Debate]]></category>
		<category><![CDATA[Movies]]></category>
		<category><![CDATA[Percy Jackson]]></category>
		<category><![CDATA[vs]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://somniamemorias.com/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[Saya lagi nunggu-nunggu filmnya Percy Jackson and The Olympians: The Lightning Thief yang rencananya minggu ini diputer di Jakarta. Karena emang saya orangnya ngga sabaran jadi udah nonton trailernya duluan dan lihat-lihat cast-nya siapa aja. Ada hal yang menarik. Salah satu tokohnya, Annabeth Chase, di novel digambarkan sebagai anak perempuan berambut pirang, and yes, Percy [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><img class="alignleft" title="Books vs Movies" src="http://img.photobucket.com/albums/v724/nyuwi/dont_judge_a_book_by_its_movie_mug-.jpg" alt="" width="174" height="174" />Saya lagi nunggu-nunggu <a href="http://www.imdb.com/title/tt0814255/" target="_blank">film</a>nya<a href="http://www.imdb.com/title/tt0814255/" target="_blank"> </a><a href="http://www.percyjacksonbooks.com/" target="_blank">Percy Jackson and The Olympians: The Lightning Thief</a> yang rencananya minggu ini diputer di Jakarta. Karena emang saya orangnya ngga sabaran jadi udah nonton trailernya duluan dan lihat-lihat cast-nya siapa aja. Ada hal yang menarik. Salah satu tokohnya, Annabeth Chase, di novel digambarkan sebagai anak perempuan berambut pirang, and yes, Percy talked about her blonde hair, like, hundred times. Tapii.. ternyata aktris yang memerankan tokoh Annabeth ini rambutnya hitam! Jet black! Okay, maybe dark chocolate or whatever saya ngga pernah nge-cat rambut jadi ngga ngerti warna-warnanya tapi pokoknya gelap lah. Anyway, pastinya ini akan memicu perdebatan seru soal &#8216;buku vs film&#8217;. Klasik sih. Kalau merhatiin komen-komen orang sedunia, banyak yang mencela kru film Percy Jackson karena sangat-sangat-sangat berbeda dari bukunya (not just Annabeth, I think the whole movie is a lot different from the novel).</p>
<p style="text-align: left;"><img class="alignleft" title="Annabeth Chase - Percy Jackson  and The Olympians" src="http://img.photobucket.com/albums/v724/nyuwi/Annabeth_Chase.jpg" alt="" width="128" height="190" /> <img title="Annabeth Chase - Alexandra  D'addario" src="http://img.photobucket.com/albums/v724/nyuwi/Alexandra_Daddario_Right.jpg" alt="" width="126" height="189" /></p>
<p style="text-align: left;">And here I am now, trying to state my own opinion toward the debate. As  an avid reader -and a rabid fan of Percy Jackson after reading the whole  5-books series, yes I have to admit that I was kinda surprised when I  watched the trailer. No no no, not disappointed, just.. surprised. And  it really caught my attention and interest. I mean, that series has a  very HUGE amount of fans. Berani juga sutradaranya bikin film yang  hampir bertolak belakang sama novelnya sendiri.</p>
<p style="text-align: left;"><span id="more-43"></span></p>
<p style="text-align: left;">Maybe you&#8217;ll ask which side am I on, anyway? The books? Or the movies? My answer is neither. Karena menurut saya, tidak adil menilai sebuah film karena bukunya, ataupun menilai sebuah buku karena filmnya. A book is a book and should be carefully judged as a book only. The same goes for the movie. Saya memang tidak mengerti dunia bikin film, tapi pasti sulit membuat semuanya sama persis seperti di buku. Mulai dari setting yang pastinya makan banyak biaya, akting para aktor dan aktris yang entah memadai atau tidak, hingga kemampuan pengolahan kamera apakah layak untuk mewakili seperti yang dinarasikan di dalam buku. And please, everyone has their own angle about the story even though they&#8217;re reading the same paragraph. Film tidak akan bisa menyamai seratus sudut pandang orang, film hanya akan bisa memiliki satu sudut pandang. Lalu jika sembilan puluh sembilan orang lainnya tidak setuju, apakah berarti film itu menjadi tidak bermutu? So unfair. Bukannya saya jadi memihak ke kubu film, tapi saya justru jadi sangat tertarik alasan apakah yang membuat sutradaranya &#8216;nekat&#8217; bikin perbedaan yang begitu signifikan? Hmmm&#8230;</p>
<p style="text-align: left;">Kadang-kadang saya kasihan sama para pembuat film. Bahkan Daniel Radcliffe yang menurut saya udah mirip banget sama Harry Potter sempat dicela oleh beberapa teman saya karena &#8220;Ah, ngga kayak Harry ah! Aktingnya juga payah. Jelek deh filmnya! Ngga usah nonton! Nyesel! Ngancurin cerita HarPot aja!&#8221;. Speechless deh.</p>
<p><img title="Harry Potter Cover" src="http://img.photobucket.com/albums/v724/nyuwi/blog/n22936.jpg" alt="" width="133" height="196" /> <img title="Harry Potter  Daniel Redcliffe" src="http://img.photobucket.com/albums/v724/nyuwi/blog/44harry-potter1244070681.jpg" alt="" width="155" height="195" /></p>
<p style="text-align: left;">Rasanya ngga adil kalau menilai sebuah film cuma dari para pemainnya atau dari keakuratan dengan novelnya. Kamera, special effects, dialog dan setting juga bisa dinilai. Tapi rasanya ngga semua orang mau repot-repot mengamati itu semua. Malah banyak yang belum selesai nonton udah bilang filmnya jelek. Begitu pula dengan buku, variabel yang dinilai aja udah beda, mana bisa menilai efek kamera dan sebagainya dari sebuah buku? Ada juga yang uda ngga suka sama karakternya, ga suka sama alurnya, bilang kalau ceritanya jelek. Gimana mau ngasih kritik yang bagus kalau belom baca dan nonton secara keseluruhan?</p>
<p style="text-align: left;">Mungkin akan lebih dewasa kalau orang bisa menilai murni filmnya saja dan murni bukunya saja. Tapi begitu ditanya apakah seperti yang ada di bukunya, barulah orang bisa dengan sesuka hati mau pro atau kontra. Jangan karena filmnya cupu, berarti ceritanya jelek. Atau karena bukunya ngebosenin, filmnya juga pasti bikin ngantuk. Yang lebih parahnya lagi, karena filmnya ngga persis sama di buku, berarti filmnya jelek.</p>
<p style="text-align: left;">Yang namanya opini memang suka-suka dan jelas adalah hak asasi manusia, tinggal tergantung manusianya apakah ia open-minded atau ngga. Tapi harusnya kalau berani mendebat orang lain, fakta-fakta juga harus mendukung, jadi jangan cuma opini asal-asalan tanpa mengetahui secara lengkap apa saja yang harus dinilai dari sesuatu yang ia debat.</p>
<p style="text-align: left;">And remember, the only way to enjoy a novel is to read it and let the story carries your imagination away. Not to hope that some random images of the story will suddenly appeared on the page. And to enjoy a movie is to watch it, so don&#8217;t expect some texts to appear on the big screen trying to stimulate your imagination about the story. Kita nonton film, bukan nonton buku.</p>
<div class="zemanta-pixie" style="margin-top: 10px; height: 15px;"><a class="zemanta-pixie-a" title="Reblog this post [with Zemanta]" href="http://reblog.zemanta.com/zemified/aa7b9c5b-f7f5-4a6d-bf12-2931b10b0ba4/"><img class="zemanta-pixie-img" style="border: medium none; float: right;" src="http://img.zemanta.com/reblog_a.png?x-id=aa7b9c5b-f7f5-4a6d-bf12-2931b10b0ba4" alt="Reblog this post [with Zemanta]" /></a><span class="zem-script more-related pretty-attribution"><script src="http://static.zemanta.com/readside/loader.js" type="text/javascript"></script></span></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://somniamemorias.com/2010/02/09/books-vs-movies-an-endless-debate/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
