Layout Tips
Sunday, March 16, 2008
I edited the Fanlisting/Clique section. The text links now changed to graphic links. Pusing soalnya ngeliat kebanyakan tulisan di blog ini hehehe. Saya juga ngeganti model kursor bagian link.
Kalau diliat-liat lagi, akhirnya layout blog ini semakin mirip sama template blog 'jaman dulu', yang isinya static page, tulisan super kecil, 1 main header/gambar utama, 2 kolom dan scroll page-nya ke bawah. Kalau sekarang-sekarang ini lagi tren 3-kolom, footer berbentuk tulisan dan postingan yang dikasih kategori. Hehehe.. ciri khas Wordpress tuh kayaknya.
Ada beberapa orang yang bertanya bagaimana cara membuat layout/theme seperti ini. Sebenarnya ada 3 material dasar yang harus dikuasai: HTML, CSS dan Photoshop.
Cara otodidak:
1. Cari tutorialnya di Google.
2. Beli buku yang ngajarin tentang 3 hal ini.
Kalau 'material'nya udah punya dan udah dikuasai, yang jadi problem biasanya desainnya. Rasanya susah ngegabungin kode-kode itu biar pas letaknya sama gambar yang udah jadi.
Tips:
Mungkin tips-tipsnya segitu aja kali ya.. mungkin lain waktu bisa saya tambahin lagi. Atau sekalian iseng-iseng bikin tutorial mini.. hahahaha.. *padahal masih amatiran*
Kalau diliat-liat lagi, akhirnya layout blog ini semakin mirip sama template blog 'jaman dulu', yang isinya static page, tulisan super kecil, 1 main header/gambar utama, 2 kolom dan scroll page-nya ke bawah. Kalau sekarang-sekarang ini lagi tren 3-kolom, footer berbentuk tulisan dan postingan yang dikasih kategori. Hehehe.. ciri khas Wordpress tuh kayaknya.
Ada beberapa orang yang bertanya bagaimana cara membuat layout/theme seperti ini. Sebenarnya ada 3 material dasar yang harus dikuasai: HTML, CSS dan Photoshop.
Cara otodidak:
1. Cari tutorialnya di Google.
- Plus: Gratis. Cepat. Lengkap. Informatif. Variatif. Bisa nanya-nanya ke orang lain.
- Minus: 99% in English (biasanya orang yang bahasa Inggrisnya kurang lancar jadi agak sulit belajarnya). Tutorialnya kadang ngga komprehensif dan terpisah-pisah (bukan model step-by-step bikin template, tapi per bagian.).
2. Beli buku yang ngajarin tentang 3 hal ini.
- Plus: Step-by-step. Ada yang berbahasa Indonesia. Karena formatnya buku, jadi ngga pusing ngeliatin komputer terus.
- Minus: Keluar duit ekstra (mahal). Kadang 'ajaran'nya ngga sesuai sama jenis template yang kita mau.
Kalau 'material'nya udah punya dan udah dikuasai, yang jadi problem biasanya desainnya. Rasanya susah ngegabungin kode-kode itu biar pas letaknya sama gambar yang udah jadi.
Tips:
- Tentuin tema desain dan model template (2 kolom, 3 kolom, etc.). Bikin aja coret-coretan di kertas untuk nentuin di mana tempat header/gambar utama/kolom biodata/kolom isi.
- Trial and Error. Edit terus kode HTML-CSS/gambarnya sampe nemuin desain yang pas di hati.
- Pelajari kode HTML dan CSS milik orang lain, coba dimodifikasi. Jangan copy paste trus dipake mentah-mentah, melanggar hak cipta tuh.
- Sering-sering blogwalking/cari-cari gambar bagus yang bisa menginspirasi.
- Untuk 'warna' template yang cocok, coba pake warna-warna yang diambil dari gambar utama. Kalau mau hasil super kontras, pakai warna yang sama sekali beda dari gambar utama. Soal warna apa yang dipake, tinggal sesuaiin selera aja.
Mungkin tips-tipsnya segitu aja kali ya.. mungkin lain waktu bisa saya tambahin lagi. Atau sekalian iseng-iseng bikin tutorial mini.. hahahaha.. *padahal masih amatiran*






































11:42 AM.