
Happy Easter! Selamat Paskah buat yang merayakan
Hari ini saya dapet tugas pelayanan main orgen di gereja. Lagu-lagunya sih bagus-bagus, penggugah semangat gitu dee.. Trus waktu di gereja, saya menyadari satu hal yang amat mengerikan: salah satu pedal bassnya (nada G) engga bunyi bener. Harus diinjek keras-keras biar kedengeran.
Akhirnya, dikompori dengan tempo lagu yang cepat, saya injek tu pedal kenceng-kenceng dengan kekuatan penuh. Lagu pertama lolos. Jemaat masih ngga terlalu sadar lah kalau ada miss-miss sedikit. Tapi pas lagu kedua, yang temponya sama kenceng, tiba-tiba terdengar bunyi ‘KRAK’ gede banget. Yep, I broke the pedal. Pedalnya PATAH.
Ibadah baru jalan sekitar 10 menit, saya udah ngerusakin orgen. Saya panik berat. Bener juga, ada beberapa jemaat yang nengok tiap kali bass-nya ga kedengeran. Sampe pengen kabur rasanya. Tapi mo gimana lagi.. Masa lari di tengah-tengah lagu? Jadi terpaksa hajar terus.
Overall, bisa dibilang permainan saya tadi tuh HANCUR. Padahal cuma kehilangan 1 nada aja. Tapi, yang namanya nada “G” itu kan esensial banget.. hampir tiap lagu (kecuali yang nada-nada minor kali ya) pasti ada nada “G”-nya. Bayangin aja kalo nada itu ngga ada, di bagian pedal pula. Komposisi lagu rusak total, tempo udah lari ke mana-mana (bass ngaruh banget ke rhythm). Jemaat nyanyinya langsung ngga sesuai irama. Yang paling parah, kehilangan 1 nada itu sangat mempengaruhi cara bermain saya. Gila aja mainin lagu yang satu not-nya ngga bunyi, konsentrasi saya langsung pecah dan berakibat saya jadi sering salah mencet kord dan melodinya
Sebenernya itu orgen udah parah dari bertahun-tahun yang lalu. Cuma yaa ngga dibener-benerin, mungkin karena dianggap masih bisa bunyi. Liat deh tuh akibatnya. Padahal udah dilaporin tapi ya cuek aja.. nada “G” yang dari dulu udah ngawur (karena sering dipake) didiemin aja ampe akhirnya patah juga. 
March 23rd, 2008
Hoo yeah~~
I migrated from Blogger to Wordpress. So the old posts and old comments are gone
Well, except for the Aikido post, saya pake post itu buat tester hahaha. Goodbye Blogger and HaloScan… Thank you very much for your wonderful services all this time ^____^ I’m gonna miss you guys.
The migrating process was PAINFUL. Kapok saya. Maklum, I’m a Wordpress newbie. My goal cuma satu sebenernya: same design with a different blog engine. Desain theme ngga berubah meskipun blogging enginenya beda. Masalahnya, karena kode blogging milik Blogger dan Wordpress itu 100% ngga sama (xHTML & CSS biasa ngga bakal bisa ngebikin Wordpress theme yang bener-bener unique), jadi gimana caranya supaya saya tetap memiliki theme yang SAMA PERSIS tapi dengan kode-kode yang beda banget?
Problem #1: <?php ();?> ….hah?
I was looking at my index.php file, and those codes were everywhere. I opened the Theme Editor from my Wordpress dashboard, and I bumped to them again. Akhirnya saya ambil kesimpulan, itu semua kode Wordpress yang berwujud PHP. Blogger dulu ngga perlu PHP, just plain xHTML-CSS is enough. So… I have to learn the codes. How come?? I don’t understand PHP at all!! <?php_e(’WTF??’); ?> Haha.
Even though the details about the codes is already written in Wordpress Codex, tapi yah masih ribet gitu deh. So I googled around dan nemuin WPDesigner’s Creating Wordpress Themes: The Tutorial. Saya baca-baca lagi tutorial dan akhirnya saya re-code semua file saya. Thanks to SP, akhirnya saya berhasil bikin theme WP and furthermore, I can even understand what those codes referred to.
Problem #2: Tambah categories baru di Blogroll - invalid xHTML
So yeah. Akhirnya sukses bikin xHTML-CSS valid layout. But then, I suddenly realized that each time I add a new ‘Categories’ in ‘Blogroll’ and revalidate my blog, the result is horror: xHTML - NOT valid. Blog saya malah jadi ngga xHTML-valid lagi! NOOOO….
Frustrated, saya googling cari cara gimana supaya bisa tetap valid meskipun ‘categories’ di ‘blogroll’ nya beda-beda. Ngga banget deh kalo harus nulisin kode link satu per satu di bagian sidebar kayak jaman dulu, padahal di Wordpress kan ada fasilitas Widget.
Lalu saya ketemu halaman ini, halaman ajaib yang bisa menghilangkan rasa frustrasi saya. Hanya dengan menghapus deretan kode di bawah ini, di file widgets.php line 402 (file widgets.php yang ada di folder wp-includes), and voila! My blog is now xHTML-Valid again.
‘category_before’ => $before_widget, ‘category_after’ => $after_widget,
Problem #3: Pasang Video YouTube - invalid xHTML
I want to post a YouTube video on my blog (see my previous entry about Aikido), but somehow, kode untuk embed video yang dicopy-paste dari website YouTube itu lagi-lagi bikin blog saya jadi xHTML invalid. Sebel banget.
Akhirnya ngadu lagi ke Om Google dan saya langsung dapet solusinya dari sini. Jadi, kode yang dicopy-paste dari YouTube itu harus dimodifikasi sedikit kalo mo ditaro di blog Wordpress. Cara yang berhasil untuk saya adalah mengganti kode embed dari YouTube dengan kode di bawah ini:
*object type=”application/x-shockwave-flash” data=”[INSERT VIDEO URL FROM EMBED CODE PROVIDED HERE]” height=”326″ width=”400″^
*param name=”movie” value=”[INSERT VIDEO URL FROM EMBED CODE PROVIDED HERE]“^*/param^
*param name=”FlashVars” value=”playerMode=embedded”^*/param^*/object^
Ket.: (tanpa tanda petik) ganti tanda “*” jadi “<” dan tanda “^” jadi “>” (jadinya format kode HTML). Tanda petiknya diketik ulang. Ganti tulisan “[INSERT VIDEO URL FROM EMBED CODE PROVIDED HERE]” dengan URL video YouTube yang ingin dipasang di postingan blog.
Akhirnya saya make plugin tambahan sih, WP-YouTube. Tapi kalau mau pake cara manual saya pakai kode itu. Ada juga cara untuk masukin video ke ‘Sidebar’ yang bisa dilihat di sini. Tapi saya sendiri belum coba sih.
(Kode embed YouTube diambil dari sini)
Problem #4: Spasi Antar Paragraf
!! Solusi *TERBARU* di “My Day & My Blog’s Codes” entry !!
Entah kenapa, tiap kali dipasangin aneka video keren dan kumpulan gambar lucu, tampilan postingan saya jadi ngga ada space antar paragraf gitu. Mepet semua dari atas sampe bawah. Pusing banget liatnya. *Right at that moment, I almost gave up. I just thought that maybe I better stayed in good ol’ Blogger*
Akhirnya saya ngadu lagi ke Om Google. Google is magic, believe me. I found the solution for paragraph-spacing problem dari blog ini.
Jadi, caranya itu dengan menambahkan ‘karakter’ ekstra (terserah mo huruf, angka, simbol, kata, kalimat, etc.) yang warnanya sama dengan warna background blog kita. Kodenya (untuk blog dengan latar belakang warna putih):
*p align=”left”^ *font color=”#ffffff” face=”Times New Roman” size=”1″^[KARAKTER]*/font^*/p^
Ket.: Sama seperti di atas, (tanpa tanda petik) ganti tanda “*” dengan “<” dan tanda “^” dengan “>” (jadi format kode HTML). Tanda petiknya diketik ulang. Lalu ganti “[KARAKTER]” dengan huruf/angka/simbol apa pun (misalnya tanda titik, atau kata-kata, terserah aja).
Sebenarnya bisa dibilang itu cara manipulatif ya.. bukan bener-bener ‘menghilangkan’ masalah. Tapi karena saya ngga tau lagi musti gimana, and that method worked just fine, jadi saya ngga mau ambil pusing lagi.
Well, actually there was another problem when I studied the WPDesigner’s tutorial. Saya ngga bisa masang XAMPP localhost jadi saya gagal bikin offline-Wordpress. Karena saya udah capek berusaha masang tapi ngga bisa-bisa juga, akhirnya saya bikin aja dummy website untuk Wordpress blog hahaha.
Mungkin kode-kode yang saya tulis ini agak kuno dan mungkin juga ga bisa dipake dalam kondisi tertentu (misalnya cuma berhasil kalo pake Wordpress gratisan atau cuma sukses kalo pake Wordpress yang bayar). Tapi karena saya sama sekali ngga ahli soal Wordpress, jadi saya ngga tau kode/cara lain yang lebih efektif dibandingkan kode/cara yang saya pake sekarang. Tapi, saya yakin pasti banyak kode-kode lain, soalnya kode yang saya pake sekarang ini aja cuma satu dari sekian banyak kode alternatif, dan kebetulan kode dan cara yang ini yang berhasil.
Sebelum pake Wordpress saya juga sempet iseng-iseng nyobain CMS n blogging tools lain:
- Joomla: bagus, praktis n lengkap banget, tapi karena ‘too rich’, kayaknya terlalu ribet untuk blog sederhana kayak punya saya ini. Jadi banyak fitur yang ngga kepake. Lagipula saya gagal mulu ngedit kode Joomla-nya. Hahaha.
- Drupal: Kayaknya lebih ke arah community-based gitu ya?
- b2evolution: Sebenernya enak banget tampilannya, ga bikin pusing. Cuma saya ngga ngerti kodenya gitu deh.. udah ngikutin petunjuk tetep stuck terus.
- TextPattern: nyaris seperti yang saya pengen, tapi pas ngebaca tutorialnya (TextBook)… ngga ngerti. Hiks hiks.
Mungkin open-source n CMS canggih masih lom terlalu berguna buat saya dan mungkin juga masih beyond my abilities kali yeee…
Sebenernya saya lebih suka engine Wordpress untuk nge-blog dibanding Blogger. Lebih rapi, gampang, lengkap, pluginnya keren-keren dan banyak praktisnya. Tapi yang saya ngga suka dari Wordpress itu:
- Kalau mo edit HTML n CSS, harus bayar atau harus download trus taro di domain, atau bisa juga dari fasilitas Fantastico di control panel domain. Trus file themenya ‘dipotong-potong’ lalu taro di folder tertentu. Kalo di Blogger tinggal copy paste aja theme yang kita bikin di bagian Edit Template, klik Publish, beres deh.
- Post Editornya susah diatur!! Tipe Visual (WYSIWYG) atau yang tipe Code sama aja resenya. Dan bisa dibilang tipe Visual (WYSIWYG) itu ‘bohong’. Buktinya, paragraf-spacing yang terlihat jelas dan rapi di Post Editor sama sekali ngga nongol ketika dipost. Trus mo naro video susah lah, mo ngatur bullet style juga ribet (serasa make MS Word dengan AutoFormat yang nyala terus). Kalo di Blogger meskipun WYSIWYG-nya juga rada kacau, tapi tipe Code-nya (Edit HTML) sangat mudah diatur karena HTML murni. Yang di Wordpress bisa dibilang semi-HTML lah.. soalnya tetap ada kode-kode tersendiri gitu, dan seperti biasa dia suka ‘ngatur sendiri’ alias ngga mau diatur sesuai keinginan.
Anyway, setelah bersusah payah akhirnya berhasil juga. Hmm.. lalu sebenernya kenapa juga sih saya musti repot-repot pindah dari Blogger ke Wordpress? Hehehe.. jawabannya mungkin sepele n ga penting-penting banget: I want to have an xHTML-valid blog. Blogger ngebuat blog saya jadi ngga xHTML-valid, padahal meskipun template yang saya buat sebelum digabungin sama Blogger aslinya udah valid. Kenapa juga saya capek-capek bikin blog yang xHTML-valid, padahal Google aja ngga valid tuh hahaha… well, kalo udah sibuk bikin website, entah kenapa I become a somewhat-perfectionist person.
March 23rd, 2008